LTM MPKT A

Pelanggaran Nilai-Nilai Pancasila dalam Kasus Penimbunan Bahan Bakar Minyak

Paramitha Yunizar Sari, 1206216342

 

Kebijakan pemerintah tentang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sering kali terdengar di penjuru negeri. Banyak yang menganggap hal itu sebagai momok yang menakutkan. Kenaikan ini terjadi karena pemerintah tak mampu lagi memberikan subsidi pada BBM. Pemerintah telah mempertimbangkannya, yaitu dikarenakan dengan naiknya harga minyak mentah dunia di pasaran Internasional. Namun kebijakan pemerintah tersebut mendapat tantangan tersendiri dari lapisan masyarakat, terutama masyarakat kelas menengah ke bawah. Hal ini wajar terjadi, sebab kenaikan harga BBM akan memicu kenaikan harga sembako dan harga-harga lainnya. Kondisi ini akan semakin mempersulit masyarakat yang mempunyai penghasilan rendah.

Dampak lain, permintaan pasar untuk BBM melonjak naik. Hal ini diduga terjadi karena ulah para spekulan yang berusaha untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya dengan cara menimbun BBM dan mereka akan menjual BBM tersebut ke pasaran pada saat harga sudah naik. Akibat perbuatan para spekulan ini dikhawatirkan akan menyebabkan kelangkaan BBM di pasaran.Jika diperhatikan kasus penimbunan BBM oleh para spekulan tersebut merupakan salah satu wujud perilaku nyata yang bertentangan dengan nilai-nilai yang terdapat dalam pancasila.

Pancasila adalah dasar filsafat negara Republik Indonesia yang secara resmi disahkan oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 dan tercantum dalam pembukaan UUD 1945, diundangkan dalam Berita Republik Indonesia tahun II No.7 bersama-sama dengan batang tubuh UUD 1945. Pancasila artinya lima dasar atau lima asas yaitu nama dari dasar negara Republik Indonesia. Istilah Pancasila telah dikenal sejak zaman Majapahit pada abad XIVyang terdapat dalam buku Nagara Kertagama karangan Prapanca dan buku Sutasomakarangan Tantular.

Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan landasan, dasar serta motivasi bagi bangsa Indonesia dalam melakukan segala perbuatan baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kehidupan bernegara. Dengan perkataan lain bahwa nilai-nilai Pancasila merupakan das Sollen atau cita-cita tentang kebaikan yang harus diwujudkan menjadi suatu kenyataan atau das Sein . Adapun nilai-nilai yang terkndung dalam setiap sila adalah sebagai berikut.

  1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa

Dalam sila Ketuhanan Yang Maha Esa terkandung nilai bahwa negara yang didirikan sebagai pengejawantahan tujuan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu segala hal yang berkaitan dengan pelaksanaan dan penyelenggaran negara harus dijiwai nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa.

 

  1. Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab

Dalam sila kemanusiaan yang adil dan beradab nilai-nilai yang terkandung adalah menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia sebagai makhluk Tuhan yang Maha Esa, menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia, menghargai atas kesamaan hak dan derajat tanpa membedakan suku, ras, keturunan, status sosial maupun agama.

 

  1. Persatuan Indonesia

Dalam sila persatuan Indonesia terkandung nilai bahwa negara adalah sebagai penjelmaan sifat kodrat manusia monodualis yaitu sebagai makhluk individu dan sosial.

 

  1. Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Nilai yang terkandung dalam sila ini adalah warga negara dan warga masyarakat, setiap masyarakat Indonesia mempunyaikedudukan, hak dan kewajiban yang sama. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepadaTuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilaikebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.

 

  1. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Nilai yang terkandung dalam sila ini adalah Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.

Namun dalam perjalanan sejarah eksistensi Pancasila, mengalami berbagai macam interpretasi dan manipulasi politik sesuai dengan kepentingan penguasa demi kokoh dan tegaknya kekuasaan yang berlindung di balik legitimasi ideologi negara Pancasila. Nilai-nilai yang ada dalam Pancasila tersebut tidak mutlak dipraktikan oleh bangsa Indonesia. Pelanggaran terhadap nilai- nilai Pancasila banyak ditemukan di negeri ini salah satunya yaitu perbuatan yang dilakukan oleh para spekulan dalam kasus penimbunan BBM yang marak terjadi. Adapun pelanggaran-pelanggaran yang terjadi terhadap nilai-nilai pancasila dalam kasus tersebut adalah sebagai berikut.

 

  1. Sila ke-2 Pancasila

Penimbunan BBM berkaitan erat dengan tidak jujurnyaseseorang dan berakibat tingginya harga bbm di pasaran. Sehingga hal ini bertolak belakang dengan nilai-nilai dalam sila ke-2 terutama berani untuk membela kebenaran dan keadilan serta sikap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

 

  1. Sila ke-3 Pancasila

Nilai yang dilanggar adalah nilai persatuan Indonesia dimana para penimbun bbm lebih mementingkan kepentingan dan keuntungan pribadi dibandingkan kepentingan dan keselamatan bangsa. Sikap yang diambil para penimbun bbm ini terlepas dari kurangnya rasa cinta akan bangsa sendiri dan tidak mementingkan keutuhan bangsa.

 

  1. Sila ke-5 Pancasila

Kejahatan menimbun bbm tidak terlepas dari motif individualismaupun kelompoknya, sehingga berakibat kurangnya sikap adil dan suasanakebersamaan kepada orang lain. Keadilan dan kesejahteraan sosial sangat sulit dicapai jika satu pihak tidak mampu bersikap bijaksana dan seimbang antara hak dankewajibannya.

 

Sebagai warga negara Indonesia sudah seharusnya kita mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Salah satu caranya yaitu mencari keuntungan dengan tidak melanggar hukum dan merugikan banyak pihak. Pemerintah dan aparat hukum seharusnya segera menindak lanjuti kasus-kasus penimbunan BBM agar hal kasus tersebut tidak terulang kembali.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Kaelan. 2004. Pendidikan Pancasila.Yogyakarta: Paradigma.

Abd rohim ghazali, dkk. BBM antara hajat hidup dan lahan korupsi. 2005. Jakarta: Kompas Gramedia.

Dewi, R. Ismala, dkk.2011. Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Terintegrasi A Buku Ajar III Bangsa, Negara dan Pancasila. Depok: Universitas Indonesia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s